Sepekan menjelang ujian nasional, selama tiga hari pintu kantor tata
usaha di sekolah kami dibuka lebar-lebar. Sebabnya sederhana: agar bau
busuk tikus yang mati bisa keluar, teterpa angin.
Sebenarnya,
beberapa karyawan telah berusaha mencari sang tikus sebagai sumber bau.
Bahkan, mereka sampai membongkar dan naik ke langit-langit, tetapi tak
juga ketemu sumbernya. Hingga hari pelaksanaan UN, bau busuk itu tak
juga hilang. UN pun akhirnya jalan melenggang.
Terlepas dari itu
semua, semua ujian—termasuk UN—sesungguhnya hal baik dan perlu. Sistem
pendidikan kita telah lama menggunakan ujian sebagai alat ukur keluaran
hasil pendidikan sekolah. Penulis dan Mendikbud M Nuh, yang jarak tahun
kelulusan SMA-nya tak terlalu jauh, juga dinyatakan lulus SMA melalui
ujian akhir. Artinya, tidak ada masalah dengan ujian akhir sekolah
sebagai penentu kelulusan sekalipun.